Search
Category
material
Monday, 01/09/2008 00:00 AM
Busa Pembentuk Dinding

Adalah suatu yang lazim menggunakan batu bata, batako, dan beton sebagai bahan pembentuk dinding gedung. Namun, dengan kemajuan teknologi, kini ada material lain yang bisa digunakan seperti yang dikenalkan oleh PT Qui Panel Indonesia dengan produknya Qui Panel dan Panel M-System produksi PT Duta Sarana Perkasa (Dusaspun).

Menyerupai sandwich padat, Qui Panel terbuat dari papan fiber semen untuk kulit luarnya dan campuran semen styrofoam sebagai isinya. Dengan bahan tersebut, Qui Panel menjadi material yang kuat sekaligus ringan. Berat jenisnya sekitar 700 kg/m3 sementara kuat tekan sekitar 40-45 kg/cm2, sehingga tidak saja bisa digunakan sebagai material dinding juga lantai. “Pemakaian styrofoam  juga membuat kedap suara dan meredam panas matahari,” ujar Erwin Kurniadi, Direktur PT Qui Panel Indonesia. Ditambahkan Erwin, dengan komposisi demikian produknya tahan goyangan gempa dan kalaupun runtuh relatif tidak membahayakan, karena ringan. 

Semirip dengan produk lainnya, panel M-System juga terdiri atas sejumlah lapisan. Bedanya sebagai isinya adalah superfoam dan diapit dua lembar wiremesh. Superfoam yang digunakan adalah dari jenis styrofoam tipe F (fire retardant), adapun wiremesh-nya terbuat dari besi galvanis dengan mutu U-60. Untuk memperkuat jaring tersebut,  setiap jalur dihubungkan oleh besi sebagai konektor hingga berjumlah 82 buah per m2. “Inilah yang menyebabkan panel M-system sangat kaku dan kuat,” jelas Jajan Pruwitan, Operation Manager M-System PT Duta Sarana Perkasa.

Panel M-System ini, menurut Jajan, tahan gempa hingga 11 scala Richter, mampu meredam panas matahari, sehingga bisa menghemat energi, “Produk ini ramah lingkungan, karena bisa meminimalkan penggunaan AC,” kata Jajan.  Selain itu, juga kedap suara dan  40% lebih ringan dari beton bertulang serta ekonomis dalam jangka panjang. “Panel M-System dapat diaplikasikan pada semua komponen bangunan, kecuali pondasinya. Untuk single panel dapat digunakan pada gedung hingga setinggi 4 lantai, sementara double panel hingga 20 lantai,” papar Jajan.

Layaknya material-material modern yang diciptakan dengan visi praktis, demikian juga material ini. Papan Qui Panel tinggal disambung menggunakan lem panel. Agar presisi, sambungan telah menggunakan sistem male & female. Sementara untuk lantai, panel bisa dipasang di atas balok kayu, besi, dinding panel atau balok beton  menggunakan fischer dan skrup. “Jika memakai material konvensional, dibutuhkan waktu 6 bulan untuk membangun rumah dua lantai, sementara jika memakai Qui Panel hanya 3 bulan,” kata Erwin. Kecepatan bangun ini, karena untuk membangun rumah dua lantai tidak memerlukan kolom. Dan, permukaannya yang rata membuat Qui Panel tidak perlu diplester atau diaci dan bisa langsung dicat.

Adapun aplikasi panel M-System adalah dengan cara disusun, diikat menjadi satu kesatuan, lalu diberi lapisan mortar atau beton pada kedua sisinya. Tak beda dengan Qui Panel, material ini juga dapat di-finishing dengan berbagai bahan dan bisa diaplikasikan pada berbagai tipe bangunan.

Untuk membuat instalasi jaringan utilitas (seperti pipa air, pipa pembuangan, jaringan listrik dan telepon), panel M-System cukup dilelehkan dengan hot-air gun atau pemanas lain membentuk ceruk sesuai ukuran yang dibutuhkan. Ini dilakukan sebelum lapisan semen luar diaplikasikan, sehingga bisa tertutup sempurna setelah pelapisan.

Berapakah harga material-material modern ini? Harga single panel M-System ukuran strandar, lebar 1,22 m dan tebal 4 cm (dengan panjang 2.5 m, 3 m, dan 4 m)  harganya sekitar Rp200 ribu/m2. Adapun papan Qui Panel berukuran 35x600x3000 m harganya Rp210 ribu. PT Qui Panel Indonesia juga memasarkan dalam bentuk rumah jadi, dengan harga Rp2,5 juta/m2.

Untuk diketahui, panel M-System ini sejatinya belum diluncurkan secara resmi di Indonesia, meski sudah eksis di Eropa selama 25 tahun lebih. Akan tetapi, ungkap Jajan, meski baru tes pasar sejak awal tahun ini, sambutannya  sangat baik. “Saat ini kami sedang melakukan beberapa pengerjaan untuk menjadi referensi dari proyek lokal,” kata Jajan.

Sementara itu, PT Qui Panel Indonesia yang mendapat berlisensi dari Australia ini juga memproduksi bata rata (Barat), yakni material dinding exposed yang juga terbuat dari semen untuk kulit luarnya dan campuran semen styrofoam untuk isinya. Erwin mengatakan, di Australia produk ini mulai dipasarkan sejak tahun 2000, sementara di Indonesia sejak tahun 2006. “Produk ini dipakai pertama kali di Aceh, untuk membangun sekolah 8 kelas yang hanya memakan waktu 2,5 bulan,” kata Erwin. Oleh sebab itu, senada dengan rekannya, Erwin mengatakan, “Saya yakin, masyarakat Indonesia akan menerima produk ini karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan material konvensional.”

Publisher : Majalah Properti Indonesia & IndonesianEstate.com