Search
Category
liputan khusus
Sunday, 01/04/2007 00:00 AM
Menabur Pelatihan Menuai Ahli

Memiliki properti (rumah, kantor, atau pusat be­lanja) yang berdiri megah, kokoh, dan estetik ada­lah sebuah kebanggaan. Namun, tak se­mua kebanggaan itu dapat terealisasi dengan sem­purna. Kerap kita dapati bangunan-ba­ngunan, yang meski menggunakan material mahal dan berkualitas dari merek terkenal, mengalami retak rambut, cat terkelupas, atau atap tidak simetris. Padahal bangunan tersebut baru berdiri. Bahkan, ada pula yang rusak parah sebelum waktunya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tak jarang para pemilik harus ’mendaur ulang’ (melakukan renovasi ringan maupun besar-besaran) propertinya. Dan karena itu, mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam lagi, sebelum dana yang diinvestasikan, kembali.

Realitas yang dianggap sangat merugikan, tidak saja bagi pemilik properti, juga para pelaku dan praktisi jasa konstruksi serta produsen bahan bangunan. Mereka tak luput dari tu­dingan telah membangun secara asal-asalan, mengabaikan metode dan sistem kerja profesional, atau menghasilkan pro­duk bahan bangunan yang tidak memenuhi kualifikasi yang disyaratkan. Arkian, akibat yang ditimbulkannya sangat besar dan tidak dapat ditolerir. Tidak hanya kerugian materil, juga non materil yang justru tidak bisa dikalkulasi secara pasti.

National Residential Sales Manager BlueScope Lysaght Indonesia Henry Chia mengakui dampak dari ’cedera’nya bangunan-bangunan yang kebetulan meng­guna­kan produk yang ditawarkan­nya. ”Citra produk kami menjadi buruk dan kepercayaan konsumen pengguna mulai terkikis. Padahal kami menciptakan produk dengan memanfaatkan bahan baku ber­kualitas, diolah menggunakan tek­no­logi tinggi dan sebelum dilempar ke pasar telah melalui proses quality control yang sangat ketat,” ungkap Henry yang perusahaan­nya PT BlueScope Lysaght Indonesia memproduksi rangka atap baja ringan SMARTUSS®.

Kerugian serupa juga dialami PT Petrojaya Boral Plasterboard yang menghasilkan papan gipsum Jayaboard. Technical Support Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard Edi Tjandra mengatakan, pihaknya sering menjadi sasaran komplain pelanggan karena gipsum yang dijualnya dinilai ‘gagal bangun’ dan tidak laik pasang. “Jika dalam satu bulan ada 100-an yang komplain. Dalam setahun bisa berapa lembar gipsum yang harus kami ganti? Karena mereka komplain sekaligus mengembalikan papan gipsum yang sudah rusak,” keluh Edi.

Kendati bukan mutlak ‘kesalahan’ produknya, Edi tetap menampung keluhan para konsu­men itu untuk kemudian mencari solusinya dengan cara mengusut penyebab dan akar permasalahan mengapa gipsum tersebut meng­alami kegagalan konstruksi.

Setelah mengevaluasi semua proses konstruksi, mulai dari perancangan desain hingga tahap finishing, Edi sudah menemu­kan kesalahan mendasar dan sangat krusial. Yakni tahapan apli­kasi material bangunan yang tidak mengikuti standar baku pema­sangan. “Ini luar biasa penga­ruh­nya ter­hadap proses pra dan pasca konstruksi,” tukasnya.

Celakanya, tahap aplikasi material bangunan ini dilakukan oleh para tukang yang tidak memiliki spesialisasi keahlian atau ke­teram­pilan dalam pema­sangannya. Lazim ditemukan tukang batu be­kerja rang­kap sebagai pemasang kera­mik. Atau tukang plester acian berfungsi ganda sebagai pema­sang kuda-kuda rangka atap. Padahal, aplikasi material-material bangunan tersebut memiliki metode dan ting­kat kesulitan yang berbeda-beda.

Demi menghindari terulangnya sekaligus mereduksi kesalahan-kesalahan pada tahap aplikasi, baik PT Petrojaya Boral Plasterboard maupun PT BlueScope Lysaght Indonesia sepakat menempatkan para tukang sebagai ujung tombak bagi sempurnanya pemasangan produk mereka. Untuk itu, keduanya sengaja mendirikan pusat pelatihan dan pendidikan secara khusus kepada para tukang.

Menurut Henry Chia, pelatihan khusus ini penting diberikan, karena para tukang memainkan peranan sentral dalam proses pembangunan properti. Mereka berkontribusi dalam menentukan pilihan material bangunan sekaligus meng­aplikasikannya menjadi bangunan berkualitas. “Kualitas para tukang turut menentukan mutu properti yang dibangun. Tidak semata tergantung pada materialnya. Aplikasi yang benar oleh aplikator-aplikator itu jauh lebih penting,” imbuhnya.

Hal yang sama dilakukan PT Knauf Gypsum Indonesia. Mereka secara berkala dan berkesinambungan mem­buka pelatihan dalam kelas istimewa yang diikuti oleh ratusan tukang bangunan (aplikator). Technical Trainer Manager  PT Knauf Gypsum Indonesia Ifan Wahyudi menjelaskan kelas khusus ini merupakan salah satu servis dalam koridor tujuan jangka panjang. “Kami memiliki pandangan bahwa setiap orang yang berkecimpung dalam dunia konstruksi harus mempunyai bekal atau pengetahuan yang memadai mengenai gipsum. Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya diberikan pada aplikator, mandor juga pada developer, owner, kontraktor serta para profesional seperti arsitek dan desainer interior,” papar Ifan.

Selain motivasi mengangkat ‘derajat’ para tukang agar pengetahuan, keterampilan dan keahliannya meningkat, produsen-produsen bahan bangunan itu juga ingin produk mereka digunakan secara tepat guna, serta efisien dalam biaya dan waktu. Dengan ketepatan dan tingkat akurasi yang tinggi dalam penggunaan produk terkait, secara langsung berpengaruh terhadap kualitas properti yang dibangun. Jika properti terbangun dengan sempurna dan presisi, maka ekses ikutannya adalah brand image dan brand awareness juga ikut terbentuk. Dengan demikian secara positif dapat mendongkrak tingkat dan volume penjualan.

Gipsum Jayaboard contohnya. Meng­alami pertumbuhan kenaikan penjualan yang sangat pesat. Produk ini menguasai hampir separuh pangsa pasar domestik. “Kontribusi aplikator besar artinya karena mereka merekomendasikan produk kami pada para pemilik properti,” tandas Edi. Selain itu, faktor pelatihan khusus yang mulai dirintis sejak 1998, pelatihan paling tua dan mempro­duksi 14.000 tukang ahli, turut andil dalam memassalkan gipsum Jayaboard.

Sedangkan BlueScope Lysaght Indonesia mera­sakan dampak dari Pusat Pelatihan Khusus mereka dengan ter­ben­tuknya costumer loyalty ter­hadap produk SMARTRUSS®. Kendati belum dapat dipastikan apakah pengaruhnya langsung atau tidak, yang jelas BlueScope Lysaght Indonesia, pada 2007 ini menargetkan pen­jualan mencapai sekitar 35% pasar nasional. “Kami sangat optimis. Karena para aplikator yang sudah kami latih dengan sen­dirinya akan menunjuk produk kami sebagai pilihan utama. Ini sebetulnya meru­pakan potensi besar. Sebuah ceruk yang seharusnya di­garap dengan serius,” ucap Henry Chia.

 

Alokasi dana khusus

Bukan mengikuti tren atau latah jika ’sekolah-sekolah’ tukang bangunan ini kian menjamur. Yang terbaru adalah Akademi Ahli Bangunan yang digagas PT Holcim Indonesia Tbk. ”Kami sangat peduli. Dengan memberikan pelatihan seperti ini, kami ingin ambil bagian dalam meningkatkan kualitas tukang bangunan. Ini sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan,” kata Brand Development Manager Holcim Indonesia, Deananda Sudijono.

Lebih lagi, penyelenggaraan pelatihan khusus itu memang terkait dengan upaya untuk mengimplementasikan UU No. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. Dalam pasal 9 ayat 4 sudah diatur mengenai keharusan untuk mempekerjakan tukang yang betul-betul ahli. Lengkapnya begini, “Bahwa tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan yang bekerja pada pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat keterampilan dan keahlian kerja.”

Penyelenggara pelatihan khusus ini, memang sebagian besar merupakan perusahaan produsen bahan bangunan. Layaknya sekolah teknik, mereka menyediakan fasilitas tempat pelatihan yang dilengkapi dengan materi dan modul pembelajaran, software berikut alat peraganya. Mereka diajarkan bagaimana cara mengaduk semen yang benar, mencampur semen dan air sesuai komposisi, memasang papan gipsum sesuai modulasi, atau memotong dan memasang rangka atap baja ringan dengan skema yang terukur. Agar pelatihan ini berjalan dengan baik dan lancar, digandeng institusi-institusi ternama di bidang teknik dan konstruksi, macam perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan instansi pemerintah.

Tak tanggung-tanggung, guna memodali pelatihan khusus ini para produsen sampai rela menyediakan dana rata-rata ratusan juta rupiah untuk menghasilkan ahli-ahli bangunan yang memiliki kemampuan dan keterampilan paripurna. Henry Chia mengungkapkan, sejak Pelatihan Khusus Pemasang SMARTRUSS® dibuka pada 2006 dan menghasilkan 18 angkatan (720 alumni), BlueScope Lysaght Indonesia telah mengeluarkan uang hingga mencapai lebih kurang Rp1 miliar.

Besarnya dana ini tak lain karena tenaga pengajarnya sangat profesional dan ahli di bidangnya dengan pengeta­huan yang sangat spesifik. Selain itu, komponen-komponen serta metode yang diajarkan semuanya menggunakan sistem komputerisasi. ”Kami tidak sekadar memberikan materi pengajaran teori dan praktek. Kami mentransfer teknologi. Selain itu, semua peserta yang mengikuti pelatihan ini diberikan asuransi keamanan dan keselamatan kerja,” tukas Henry seraya menambahkan program Pelatihan Khusus Pemasang SMARTRUSS® masuk dalam agenda tetap yang akan dilakukan secara periodik.

Sementara PT Knauf Gypsum Indonesia, membuka sekolah khusus ini sejak tahun 2003. Knauf Training Center yang diselenggarakan di pabriknya di Cikampek telah menghasilkan lebih dari 500 alumni. Mereka telah mengerjakan proyek-proyek properti besar yang tersebar di Jabodetabek dan luar daerah.

 

Bersertifikat

Para tukang bangunan yang telah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus dalam uji teori dan kompetensi, berhak mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini, sesuai dengan validitasnya masing-masing, dapat digunakan sebagai garansi oleh mereka ketika akan mengaplikasikan pengetahuan dan pelatihan di lapangan. ”Sertifikat ini menjadi semacam bargaining position. Para tukang yang telah memegang sertifikat akan dianggap lebih tinggi dan berkualitas keahliannya dibanding yang lain,” ujar Deananda.

 

Berikut profil dan detil sekolah tukang bangunan yang telah beroperasi:

Pelatihan Khusus Pemasang SMARTRUSS®

Diselenggarakan oleh PT BlueScope Lysaght Indonesia sejak awal 2006 tanpa dipungut biaya. Merekrut para peserta dari dua level keahlian; tukang bangunan dan pengawas. Materi yang diajarkan menyangkut teori pengenalan, pemasangan dan penyambungan khusus produk SMARTRUSS®, dengan teknologi software SUPRACADD™ Pelatihan diadakan selama 3 hari, bekerjasama dengan institusi pemerintah dan perguruan tinggi yang memiliki keahlian spesifik. Para pengajar berasal dari tim teknis BlueScope Lysaght Indonesia. Sebelum terjun di lapangan, para peserta diharuskan mengikuti uji teori dan kompetensi. Jika lulus, mereka berhak mendapatkan Surat Ijin Membangun (SIM) bagi tukang bangunan dan Surat Ijin Supervisi (SIS) bagi pengawas. Dalam melakukan pekerjaan profesinya, mereka akan mendapat pengawasan yang ketat dari tim monitoring BlueScope Lysaght Indonesia. Jika para tukang bangunan atau pengawas ini kedapatan melakukan pelanggaran dalam aplikasi SMARTRUSS®, akan diberi sanksi yang cukup keras, yakni dicabutnya SIM dan SIS.

 

Akademi Ahli Bangunan Holcim Indonesia

Dibuka untuk umum sejak Juli 2006. Awalnya diadakan di Jakarta dan hingga kini sudah sepuluh kota dengan jumlah peserta hampir 300 orang. PT Holcim Indonesia Tbk merekrut para tukang bangunan dari seluruh Indonesia melalui proses seleksi. Komposisi materi yang diajarkan meliputi teori dan praktek  di lapangan (50%-50%). Para peserta yang terpilih mengikuti pelatihan kemudian dikarantina selama 2 hari. Akademi Ahli Bangunan Holcim Indonesia ini memberikan sertifikat kepada mereka yang telah melewati pelatihan dengan sempurna. Mereka juga diberikan asuransi selepas pelatihan.

 

Knauf Training Center

PT Knauf Gypsum Indonesia telah mengadakan pelatihan ini sejak 2003. Terbuka bagi tukang bangunan, pengawas, developer, pemilik bangunan, dan para profesional seperti arsitek dan desainer interior dari seluruh Indonesia. Satu kelas berjalan dibatasi hanya 6-10 orang. Knauf Training Center menawarkan pelatihan reguler, on site training dengan materi pelatihan sistem standar, lanjutan dan khusus. Adapun komposisi materi pelatihan terdiri atas 20% teori dan 80% praktek. Penyelenggaraan pelatihan berlangsung selama 3 hari. Para peserta diharuskan mengikuti ujian teori dan praktek dengan pengawas dari tim teknis PT Knauf Gypsum Indonesia. Jika lulus, mereka akan diberi sertifikat. Seluruh proses pelatihan ini dapat diikuti tanpa biaya sepeser pun.

 

Pusat Pelatihan Jayaboard

Beroperasi sejak 1998. PT Petrojaya Boral Plasterboard menawarkan pelatihan reguler, regional, dan on site training. Dapat diikuti oleh tukang, konsultan arsitek dan desainer interior, kontraktor, pemilik properti, instansi pemerintah, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum. Modul pelatihan terdiri atas modul dasar yang wajib diikuti pelajar, mahasiswa dan masyarakat dengan durasi waktu pelaksanaan selama satu hari. Kedua, modul sistem standar dengan materi yang diberikan dalam kemasan per paket (seperti paket sistem plafon rangka metal dan paket sistem partisi rangka metal) yang dilakukan selama 3 hari/paket sistem. Ketiga, modul sistem lanjutan yang dilaksanakan 1 hari/paket sistem. Tersedia tiga paket sistem lanjutan, sistem plafon rangka metal tahan api, partisi rangka metal tahan api dan partisi rangka metal daerah basah. Ter­akhir modul khusus selama 1 hari. Semua modul pelatihan diberikan secara gratis.

Publisher : Majalah Properti Indonesia & IndonesianEstate.com