Search
Category
kawasan
Saturday, 01/12/2007 00:00 AM
Cakung-Cilincing Mulai Bersalin Rupa

Kawasan ini dulu dikenal sebagai tempat pem­buangan akhir (TPA) sampah di Jakarta se­belum dipindahkan ke Bantar Gebang, Bekasi. Tumpukan sampah menggunung di sepanjang jalan Cakung-Cilincing (Cacing) yang mem­bentang dari Jl Raya Bekasi di Jakarta Timur sampai kawasan Cilincing di Jakarta Utara. Bau sampah yang me­nyengat   semakin terasa menyesakkan saat jalur Cacing macet total akibat lebar jalan yang tidak cukup menampung truk-truk trailer yang membawa peti ke­mas menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Untungnya, kondisi buruk itu segera teratasi. Jalur Cacing kini sudah dua lajur. Meskipun kemacetan masih sering terjadi karena kondisi jalan yang kerap rusak. Kemacetan yang sangat merugi­kan pengusaha akibat kiriman barang­nya sering terlambat sampai pela­buhan Tanjung Priok ini bisa diakhiri bila jalan tol Jakarta Outer Ring Road  (JORR) Ruas E3 yang hanya sampai di depan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) disambung dengan akses tol ke Tanjung Priok (baca boks).

Pembangunan dua jalan bebas hambatan itu memang memberi angin segar terhadap kawasan ini. Dengan rampungnya  JORR E3 yang terkoneksi dengan jalan tol dalam kota dan jalan tol lainnya (Cikampek-Jago­rawi), kawasan Cacing menjadi mudah dicapai. Jarak tempuh pun semakin cepat. Untuk ke kawasan Pondok Indah, hanya butuh waktu kurang dari satu jam. Apalagi jika akses tol ke Tan­jung Priok yang akan menyam­bung ke Ancol dan Pluit sepan­jang 12 Km selesai dibangun, tentu kawasan Cacing akan lebih terbuka lagi.

Hal itulah yang memotivasi dua pengembang besar, yakni PT Nusa Kirana dan PT Mo­dern­land Realty Tbk menggarap pasar kawasan ini. Yang disebut belakangan, bahkan berkongsi dengan pengembang asal Singa­pura, Keppel Land. Se­mentara PT Nusa Kirana mulai menggarap lahan yang telah di­miliki sejak tahun 80-an. Mereka membangun perumahan Green Garden di kelurahan Rorotan. Sebelum ada pembangunan jalan tol, Green Garden merupa­kan komplek pe­ru­mahan modern satu-satunya. Harga­nya pun masih terhitung murah. Rumah tipe 36/77 masih dipatok Rp70 jutaan. Kini, setelah dilingkari jalan bebas hambatan menjadi Rp120 juta.

PT Nusa Kirana yang selama ini aktif membangun di kawasan Kelapa Gading dan Sunter kini tengah sibuk menguruk lahan miliknya yang lain. Tidak jauh dari perumahan Green Garden dan tanah milik Pemrov DKI Jakarta. Di atas lahan seluas 120 Ha rencananya NK akan mem­bangun perumahan Rorotan Kirana yang pemasarannya baru di­mulai tahun depan. Untuk tahap per­tama akan dibuka lahan seluas 40 Ha dengan nilai investasi di luar pengua­saan tanah sebesar Rp80 miliar. “Kami akan menghadirkan nuansa Kelapa Gading di Rorotan Kirana,” kata Franklin J.E. Hukom, Kabid Perencanaan dan Pembangunan PT Nusa Kirana. Selain diisi rumah dengan harga mulai Rp500 juta, juga dilengkapi  apartemen dan fasilitas komersial. “Jika ruas jalan tol selesai semua,  perumahan Rorotan Kirana akan semakin strategis,” kata Franklin seraya mengatakan target pasar yang dibidik adalah warga Jakarta yang ingin tinggal di perumahaan eksklusif dengan harga terjangkau.

Di atas lahan yang lebih luas lagi yakni 270 Ha, PT Modernland Realty bekerja­sama dengan Keppel Land melalui PT Mitra Sindo Sukses akan mengembang­kan kota mandiri berstandar internasio­nal bernama Jakarta Garden City. Sejati­nya, lokasinya masuk wilayah Cakung, Jakarta Timur.  Pembangunan Jakarta Garden City, kata Marketing Manager Jakarta Garden City Yudhistira, dilakukan dalam beberapa tahap selama lebih dari 10 tahun. “Kami akan menjadi­kan kawasan Jakarta Garden City men­jadi kawasan baru dengan lingkungan yang asri, hijau, dengan udara segar serta tersedianya taman-taman lingku­ngan,” ujar Yudhistira.

Jakarta Garden City terintegrasi dengan berbagai fasilitas seperti shopping mall, hypermarket, pasar modern, international medical centre, hotel resort, sekolah internasional, club house, dan sport center. Keberadaan Situ Rorotan dijadikan nilai jual  oleh PT Mitra Sindo Sukes sebagai wisata air. Untuk tahap pertama, PT Mitra Sindoo Sukses memasarkan sebanyak 994 unit rumah tipe 150 m2 dan 200 m2 dengan harga mulai Rp700 juta sampai Rp1 miliar.

Principal Ray White Kelapa Gading, David Tjandra, yang ikut memasarkan proyek ini yakin Jakarta Garden City akan diterima oleh pasar. Alasan David, selain lokasinya masih di dalam wilayah Jakarta, aksesibili­tasnya baik, juga pengembang­nya Keppel Land asal Singapura yang me­miliki reputasi baik. “Proyek ini akan menjadi Kelapa Gading jilid 2,” kata David.

David juga menilai keberadaan Jakarta Garden City akan mengubah wajah kawasan Cacing. “Diprediksi akan dilirik banyak orang dan harga tanahnya akan semakin naik di masa datang. Jadi kawasan ini cocok untuk investasi properti,’ katanya yakin.  

 

 

Akses Tol Tanjung Priok Selesai April 2010

Departemen Pekerjaan Umum (PU) akan mempercepat pembangunan jalan tol segmen Tanjung Priok (Rorotan-Tanjung Priok-Ancol-Pluit) sepanjang 12 kilometer. Dalam jadwal percepatan dicantumkan pemba­ngunan selesai April 2010 dari rencana awal Juni 2010. Departemen PU mempercepat pembangunan, dengan meringkas persetujuan dokumen tender, proses penilaian tender, hingga pengerjaan konstruksi yang akan dilakukan mulai April 2008.

Segmentasi Tol Tanjung Priok  terbagi dua tahap, yakni Rorotan (Cakung-Cilincing ) ke Pelabuhan Tanjung Priok  (8 km).  Lalu dari Pelabuhan Tanjung Priok menyatu ke ruas Ancol-Pluit (4 km). Pengerjaan konstruksi tol senilai Rp 4,2 triliun itu didanai Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Pembebasan tanahnya menjadi bagian  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senilai Rp 350 miliar.

Publisher : Majalah Properti Indonesia & IndonesianEstate.com